Banjir Melanda Lampung: Pemerintah dan Legislator Golkar Salurkan Bantuan untuk Korban Terdampak
H.Aprozi Alam Bersama Presiden RI, Prabowo Subianto.
nandigital.net — Banjir yang melanda Provinsi Lampung sejak pertengahan Januari 2025 telah menyebabkan ribuan warga terdampak dan kerusakan infrastruktur di berbagai wilayah. Hujan deras yang mengguyur Kota Bandar Lampung pada Jumat, 17 Januari 2025, mengakibatkan banjir besar yang merendam 17 wilayah, dengan empat kecamatan terdampak parah.
Menanggapi bencana ini, anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, H. Aprozi Alam, menunjukkan kepeduliannya dengan menyalurkan bantuan kepada masyarakat terdampak. Bekerja sama dengan Kementerian Sosial (Kemensos) dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), bantuan berupa sembako, perlengkapan tidur, obat-obatan, pakaian, dan layanan dapur umum disalurkan untuk memenuhi kebutuhan dasar para pengungsi. BNPB juga memberikan dukungan logistik dan peralatan yang diperlukan dalam proses evakuasi serta pemulihan pasca-banjir.
Dalam keterangan persnya, H. Aprozi Alam menyampaikan rasa prihatin mendalam atas musibah yang terjadi di Bandar Lampung. “Sebagai wakil rakyat dari Provinsi Lampung, saya merasa bertanggung jawab untuk memastikan bantuan dari pemerintah pusat dapat segera menjangkau saudara-saudara kita yang terdampak bencana. Bantuan ini adalah bukti bahwa pemerintah hadir untuk masyarakat,” ujarnya.
Wakil Menteri Sosial, Agus Jabo Priyono, juga melakukan peninjauan langsung ke dua titik terdampak banjir di Kota Bandar Lampung pada 21 Januari 2025. Dalam kunjungannya, Wamensos berkeliling untuk melihat kondisi wilayah pasca-banjir serta berbincang dengan warga terdampak, menegaskan komitmen pemerintah dalam penanganan bencana ini.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi puncak musim hujan di Lampung akan berlangsung hingga Februari 2025, dengan curah hujan berkisar antara 201-500 mm atau kategori menengah hingga tinggi. Kondisi ini meningkatkan potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor. Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan terhadap kemungkinan bencana yang dapat terjadi akibat cuaca ekstrem.
Langkah sinergis antara pemerintah pusat, daerah, dan para legislator diharapkan dapat meringankan beban masyarakat terdampak serta mempercepat proses pemulihan pasca-bencana. Kesadaran kolektif terhadap pentingnya mitigasi bencana dan pengelolaan lingkungan yang baik menjadi kunci dalam mencegah kejadian serupa di masa depan.