Trump Gaspol, Teken Kebijakan Baru Dari Urusan Imigrasi Hingga LGBT
Donald Trump, Presiden Amerika (JIM WATSON | Kredit: AFP
nandigital.net — Hanya sehari setelah resmi dilantik sebagai Presiden Amerika Serikat ke-47, Donald Trump langsung gaspol, ia menandatangani sejumlah perintah eksekutif yang memicu perhatian luas. Langkah-langkah ini mencerminkan agenda kebijakan yang kontroversial dan berpotensi membawa dampak besar bagi AS dan dunia. Berikut 8 diantaranya
- Aturan Imigrasi
Trump menetapkan imigrasi ilegal di perbatasan AS-Meksiko sebagai keadaan darurat nasional. Kartel kriminal dinyatakan sebagai organisasi teroris, dan kewarganegaraan otomatis bagi anak-anak imigran ilegal kelahiran AS akan ditargetkan. Langkah ini menandai pendekatan keras terhadap imigrasi, salah satu janji utama Trump selama kampanye. - Kebijakan LGBTQ dan Ras Minoritas
Trump membatalkan perintah eksekutif sebelumnya yang mempromosikan keberagaman, kesetaraan, dan inklusi (DEI). Dia juga mengumumkan kebijakan yang hanya mengakui dua jenis kelamin, melarang partisipasi individu LGBTQ+ di berbagai sektor, termasuk pendidikan, militer, dan olahraga. Langkah ini memicu kritik tajam dari kelompok hak asasi manusia. - Mengatasi Inflasi
Presiden meminta departemen pemerintah untuk memberikan keringanan harga darurat bagi rakyat Amerika. Kebijakan ini mencakup pemotongan regulasi dan penghapusan kebijakan iklim yang dianggap meningkatkan biaya hidup, serta langkah-langkah untuk menurunkan biaya perumahan. - Penarikan dari Perjanjian Iklim Paris
Trump mengumumkan penarikan resmi AS dari Perjanjian Iklim Paris, mengancam upaya global untuk membatasi kenaikan suhu bumi hingga 1,5 derajat Celsius. Langkah ini menjadi pukulan besar bagi komunitas internasional, mengingat tahun lalu tercatat sebagai tahun terpanas dalam sejarah. - Aturan Penggunaan Senjata Pemerintah
Perintah eksekutif lainnya mengakhiri penggunaan senjata pemerintah untuk melawan lawan politik. Jaksa agung diminta menyelidiki aktivitas federal selama empat tahun terakhir, termasuk di Departemen Kehakiman, Komisi Sekuritas dan Bursa, serta Komisi Perdagangan Federal. - Keluar dari WHO
AS menarik diri dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), dengan alasan penanganan pandemi COVID-19 yang dinilai buruk. Keputusan ini semakin mengisolasi AS dari upaya internasional untuk mengatasi tantangan kesehatan global. - Kebebasan Bicara
Trump menandatangani perintah eksekutif untuk “memulihkan kebebasan berbicara” dan mengakhiri apa yang disebutnya sebagai penyensoran federal. - Keadaan Darurat Energi
Presiden mengumumkan keadaan darurat energi nasional, dengan rencana untuk mengisi cadangan minyak strategis dan meningkatkan ekspor energi AS ke pasar global.
Reaksi Beragam
Langkah-langkah Trump mendapat tanggapan beragam. Pendukungnya memuji keberanian dan kecepatan tindakannya, sementara kritikus memperingatkan dampak negatif dari beberapa kebijakan tersebut. Isu seperti penarikan dari Perjanjian Iklim Paris dan kebijakan LGBTQ telah memicu perdebatan sengit di dalam dan luar negeri.
Keputusan Trump ini menjadi sinyal awal dari arah kebijakan pemerintahannya yang diprediksi akan membawa perubahan besar, baik di level domestik maupun internasional. Dengan aksinya tersebut, Trump tampaknya ingin menunjukkan komitmen untuk memenuhi janji kampanyenya dan mengukuhkan visinya bagi Amerika.