04/06/2026

Read me everyday

nandigital network

Langkah Ambisius Menuju Efisiensi, Strategi Erick Thohir Pangkas BUMN

nandigital.net — Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir terus mengukuhkan langkahnya dalam merestrukturisasi perusahaan pelat merah. Targetnya jelas: dari 47 BUMN yang tersisa saat ini, hanya akan ada 30 perusahaan yang bertahan melalui konsolidasi dan merger. “Ada 45 program yang kami akan dorong untuk 5 tahun ke depan, termasuk bagaimana konsolidasi dari 47 perusahaan ke 30 itu,” ujar Erick di kantor Kementerian BUMN, Jakarta Pusat.

Langkah ini sejalan dengan misi Erick sejak awal menjabat pada 2019. Kala itu, Kementerian BUMN berhasil memangkas jumlah entitas dari 142 menjadi 107 perusahaan hanya dalam waktu satu tahun. Restrukturisasi ini dianggap penting untuk meningkatkan efisiensi dan daya saing perusahaan pelat merah di tengah tantangan global.

Erick Thohir mengungkapkan sejumlah perusahaan yang masuk dalam rencana merger pada 2025. Proses ini melibatkan sektor-sektor strategis yang menyokong infrastruktur, transportasi, hingga swasembada pangan. Berikut adalah daftar rencana merger yang sedang dipersiapkan:

  1. KAI dan INKA

Dua BUMN di sektor perkeretaapian, PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI dan PT Industri Kereta Api (Persero) atau INKA, juga direncanakan untuk merger. KAI yang menguasai jasa angkutan kereta api nasional dan INKA sebagai produsen kereta api akan disatukan untuk memperkuat ekosistem transportasi kereta.

Namun, Erick mengingatkan bahwa proses ini membutuhkan waktu.

  1. Pelindo, Pelni, dan ASDP
    Sektor transportasi laut menjadi salah satu fokus utama. PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo akan menjadi induk usaha bagi PT Pelni (Persero) dan PT ASDP Indonesia Ferry (Persero). Erick menegaskan bahwa Menteri Perhubungan Dudy Purwaghandy telah memberikan dukungannya terhadap konsolidasi ini.

“Kemarin kan kami udah sounding juga ke Menteri Perhubungan, beliau mendukung. Karena ini bagian solusi juga,” kata Erick.

  1. BUMN Karya
    Restrukturisasi BUMN konstruksi turut menjadi prioritas. Tujuh perusahaan, yaitu PT Hutama Karya, PT Adhi Karya, PT Pembangunan Perumahan, PT Wijaya Karya, PT Waskita Karya, PT Brantas Abipraya, dan PT Nindya Karya, akan disederhanakan menjadi tiga induk usaha.

Namun, proses merger ini terkendala perubahan nomenklatur kementerian di era Presiden Prabowo Subianto. Erick menyebut bahwa kajian ulang perlu dilakukan untuk memastikan kelayakan restrukturisasi.

  1. PTPN dan Perhutani
    Di sektor perkebunan dan kehutanan, PT Perkebunan Nusantara (PTPN) dan Perum Perhutani diusulkan untuk digabungkan. Dengan total lahan mencapai 2,2 juta hektare, merger ini diharapkan mendukung program swasembada pangan nasional.

“Kita sedang usulkan PTPN merger dengan Perhutani sehingga kita punya luas lahan 2,2 juta hektare sehingga kita bisa memetakan kembali mana yang mendukung swasembada pangan,” ujar Erick dalam rapat bersama Komisi VI DPR RI.

Restrukturisasi ini bukan hanya sekadar penggabungan entitas, melainkan upaya mendasar untuk menciptakan BUMN yang lebih sehat dan kompetitif. Dengan visi besar dan langkah yang terukur, Erick Thohir menegaskan komitmennya membawa BUMN ke era baru yang lebih relevan dengan tantangan zaman.

nandigital network | since 2008 | Newsphere by AF themes.