20/04/2026

Read me everyday

nandigital network

Reaksi Keras Politisi Golkar Soal Peretasan Pusat Data Nasional

Dave Laksono dan Meutya Hafid Mempersoalkan Peretasan Pusat Data Nasional Beberapa Waktu Lalu /tangkapanlayar.

nandigital.net – Ketua Komisi I DPR-RI dari Fraksi Golkar, Meutya Hafid mengatakan, tidak adanya backup data di Pusat Data Nasional merupakan bentuk kebodohan nasional. Hal ini disampaikan Meutya merespons penjelasan (terkait peretasan) Kepala BSSN Hinsa Siburian yang menyebut tidak adanya data cadangan merupakan kekurangan ditata kelola di PDN.

“Intinya jangan lagi bilang tata kelola, karena ini bukan masalah tata kelola pak, ini masalah kebodohan. Punya data nasional tidak ada satupun backup berarti kan”

Senada dengan anggota komisi I dari Partai Golkar, Dave Laksono. Dave bertanya kenapa penangangannya sangat lamban dan sepertinya tidak memiliki Contingency plan baik dari Kominfo ataupun dari BSSN.

Dave Laksono juga mengungkapkan “Pencurian data saja yang sudah berulang kali masih terus kerap terjadi, dan selalu berkata bahwa itu data usang, data usang, data usang”. Ini terjadi sebelum terjadinya ‘chaos’ di server Pusat Data Nasional.

Dia juga mempertanyakan “Tapi Kalau data kalau sudah tidak digunakan kan mustinya dihancurkan, tapi kenapa masih bisa bocor. Penyimpanan data, bukannya ada backup tapi malah datanya bisa dicuri, ini yang menjadi pertanyaan kita semua”, imbuhnya.

Sistem keamanan Windows Defender menjadi sorotan usai disebut dalam insiden peretasan Pusat Data Nasional Sementara (PDNS) 2 di Surabaya sejak 20 Juni.
Diberitakan sebelumnya, PDNS 2 mengalami gangguan sejak 20 Juni. Insiden tersebut memicu lumpuhnya sejumlah layanan publik, termasuk didalamnya imigrasi.

nandigital network | since 2008 | Newsphere by AF themes.