05/04/2026

Read me everyday

nandigital network

Diskon Listrik 50 Persen: Kejutan Awal Tahun 2025, Ini Rinciannya

nandigital.net — Awal tahun 2025 membawa angin segar bagi masyarakat Indonesia. PT PLN (Persero) mengumumkan kebijakan pemotongan tarif listrik sebesar 50 persen yang berlaku untuk pelanggan rumah tangga dengan daya terpasang 450 VA hingga 2.200 VA. Kebijakan ini merupakan langkah strategis PLN untuk mendukung program pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi sekaligus meringankan beban biaya hidup masyarakat.

Pemotongan tarif listrik ini diberikan kepada pelanggan pascabayar dan prabayar secara otomatis. Untuk pelanggan pascabayar, diskon 50 persen langsung diterapkan pada tagihan listrik bulan Januari dan Februari 2025. Sebagai contoh, jika tagihan listrik bulan Januari sebesar Rp100.000, pelanggan hanya perlu membayar Rp50.000.

Sementara itu, untuk pelanggan prabayar, diskon diterima saat pembelian token listrik pada dua bulan tersebut. Jika pelanggan membeli token senilai Rp100.000, mereka hanya perlu membayar Rp50.000 tetapi tetap mendapatkan kWh setara dengan token Rp100.000. Diskon ini berlaku hingga batas maksimal pembelian sesuai daya terpasang.

Untuk memastikan pemerataan, pembelian token listrik diskon 50 persen memiliki batas maksimal berdasarkan daya terpasang:

  • 450 VA: Maksimal 324 kWh dengan total pembelian Rp134.460 (diskon Rp67.230).
  • 900 VA: Maksimal 648 kWh dengan total pembelian Rp876.096 (diskon Rp438.048).
  • 1.300 VA: Maksimal 936 kWh dengan total pembelian Rp1,35 juta (diskon Rp676.119).
  • 2.200 VA: Maksimal 1.584 kWh dengan total pembelian Rp2,28 juta (diskon Rp1,14 juta).

Kebijakan ini merujuk pada Keputusan Menteri ESDM Nomor 348.K/TL.01/MEM.L/2024 tentang Pemberian Diskon Biaya Listrik Untuk Konsumen Rumah Tangga PT PLN (Persero). Program ini mencakup 81,4 juta rumah tangga atau sekitar 97 persen pelanggan PLN di seluruh Indonesia.

“Untuk mengurangi beban pengeluaran rumah tangga, daya listrik terpasang di bawah 2.200 VA diberikan biaya diskon (listrik) sebanyak 50 persen untuk 2 bulan (Januari dan Februari 2025),” ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, pada 16 Desember 2024. Diskon ini juga bertujuan mengompensasi dampak kenaikan PPN menjadi 12 persen per 1 Januari 2025.

Namun, program ini menghadapi sejumlah tantangan di lapangan. Beberapa pelanggan mengeluhkan gagal mendapatkan diskon saat membeli token listrik melalui platform e-commerce dan dompet digital. Keluhan ini muncul pada hari pertama pelaksanaan diskon, yaitu 1 Januari 2025. Sebagian warganet melaporkan bahwa diskon tidak tersedia di marketplace.

PLN telah memastikan bahwa diskon seharusnya dapat diakses melalui aplikasi PLN Mobile dan sejumlah marketplace.

nandigital network | since 2008 | Newsphere by AF themes.