20/04/2026

Read me everyday

nandigital network

Insiden Kampanye Pilpres Amerika, Penembak Donald Trump Tewas ditangan Secret Service.

Calon Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, Ditembak.

nandigital.net – Salah satu kandidat Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengadakan rapat umum di Butler Farm Show Grounds di Butler, Pennsylvania, dalam rangkaian kampanyenya.

Diketahui, akibat aksi penembakan ini, satu orang penonton kampanye Trump tewas dan dua orang lainnya terluka parah. Calon Presiden Amerika ini juga ikut terluka dibagian telinga dan mengalami pendarahan cukup banyak, namun luka itu tidak membuat Trump kritis. Trump dievakuasi dan masih sempat menunjukkan kepalan tangan yang diangkatnya ke atas sebelum akhirnya pergi dari tempat kampanye dengan kawalan ketat.

Foto: AFP/REBECCA DROKE

Biro Investigasi Federal (FBI) mengidentifikasi penembak sebagai Thomas Matthew Crooks dari Pennsylvania. Dilansir AFP, Minggu (14/7/2024), orang itu bernama Thomas Matthew Crooks berusia 20 tahun. “FBI telah mengidentifikasi Thomas Matthew Crooks, 20, dari Bethel Park (35 mil dari lokasi penembakan), Pennsylvania, sebagai subjek yang terlibat dalam upaya pembunuhan mantan Presiden Donald Trump pada 13 Juli, di Butler, Pennsylvania,” kata FBI dalam pernyataan yang dikutip NBC dan CBS.

Status terkini, dilansir NBC News, Minggu (14/7/2024), penembak di rapat umum Donald Trump telah dilumpukan (mati) oleh Pasukan Pengamanan Kepresidenan Amerika Serikat (Secret Service). “Pria bersenjata itu segera dinetralisir oleh Secret Service,” kata kepala komunikasi Anthony Guglielmi.

Penembakan dilakukan dari posisi tinggi di luar tempat rapat umum dengan senjata yang digunakan oleh Thomas Matthew Crooks diduga adalah senapan jenis AR-15 yang populer bagi warga sipil di Amerika Serikat. Dari analisa CNN, Minggu (14/7), Crooks diduga berada sekitar 400 hingga 500 kaki (120 hingga 150 meter) dari Donald Trump. Sumber penegak hukum mengatakan kepada CNN bahwa penembakan dilakukan di atap gedung.

Sementara itu, dalam konferensi pers lainnya, perwakilan Kepolisian Pennsylvania, Letkol George Bivens, menyebut bahwa Crooks tidak membawa identitas apapun saat melakukan aksinya. Saat ini pihak investigator sedang fokus melakukan proses pencocokan biometrik. “Penembaknya untuk sementara telah diidentifikasi. Ini soal melakukan konfirmasi biometrik,” ujarnya.

Dalam penelusuran CNN International, Thomas Matthew Crooks tercatat sebagai anggota Partai Republik. Tetapi catatan Komisi Pemilihan Umum Federal menunjukkan ada seorang donor dengan nama dan alamat yang sama memberikan US$ 15 (Rp 241 ribu) kepada komite aksi politik yang berpihak pada Partai Demokrat di Januari 2021.

Meski begitu, belum jelas apakah motif penembakan yang dilakukan oleh Crooks. Hal ini akan terus didalam oleh otoritas berwenang. “Penyelidik juga memprioritaskan menemukan motif dan menentukan apakah pelaku penembakan mempunyai kaki tangan,” tambah Letkol Bivens.

Terkait insiden mengerikan ini, dalam konferensi persnya agen khusus FBI, Kevin Rojek menjelaskan akan ada penyelidikan panjang soal kasus upaya percobaan pembunuhan ini. “Akan ada penyelidikan panjang mengenai apa sebenarnya yang terjadi dan bagaimana individu tersebut bisa mendapatkan akses ke lokasi, jenis senjata apa yang dia miliki. Semua itu bisa memakan waktu penyelidikan berhari-hari, berminggu-minggu, dan (mungkin) berbulan-bulan.” pungkasnya.

nandigital network | since 2008 | Newsphere by AF themes.