Tragedi Jeju Air di Muan: Korea Selatan dalam Masa Berkabung Nasional
Foto: Potret Puing Jeju Air yang Kecelakaan, Hanya Sisa Ekor Pesawat (AP/Ahn Young-joon).
nandigital.net — Korea Selatan tengah diliputi duka mendalam setelah insiden tragis kecelakaan pesawat Boeing 737-800 Jeju Air yang terjadi di Bandara Internasional Muan. Presiden sementara Korea Selatan, Choi Sang Mok, mengumumkan masa berkabung nasional selama tujuh hari untuk menghormati 176 korban jiwa yang tewas dalam musibah tersebut. Langkah ini diumumkan segera setelah rapat darurat yang digelar beberapa jam usai kecelakaan.
Pesawat yang mengangkut total 181 orang, terdiri dari 175 penumpang dan 6 awak, mengalami kegagalan teknis saat mendarat darurat di bandara tersebut. Tragisnya, pesawat kemudian meledak, menyebabkan kerugian besar. Dari 181 orang di dalam pesawat, hanya 2 orang awak yang berhasil selamat dan saat ini sedang menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Pihak berwenang masih melanjutkan pencarian terhadap sedikitnya 3 orang yang hingga kini belum ditemukan.
Presiden Choi juga menetapkan wilayah Muan sebagai zona bencana khusus untuk memastikan penanganan maksimal terhadap dampak insiden ini. Pemerintah berkomitmen memberikan bantuan penuh kepada keluarga korban serta perawatan medis bagi para korban selamat. Semua sumber daya yang tersedia, termasuk peralatan dan personel, telah dikerahkan untuk mendukung upaya pemulihan di lokasi kejadian.
Insiden ini tidak hanya mengejutkan Korea Selatan, tetapi juga dunia internasional. Dari laporan yang diterima, pesawat tersebut mengangkut dua warga negara Thailand, sementara sisanya merupakan warga Korea Selatan. President Airports of Thailand mengonfirmasi bahwa pesawat tidak menunjukkan tanda-tanda kerusakan saat lepas landas dari Bandara Suvarnabhumi di Bangkok, Thailand. Maskapai Jeju Air sendiri menyatakan bahwa pesawat tersebut tidak memiliki catatan kecelakaan sebelumnya.
CEO Jeju Air, Kim E-bae, menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada publik. Dalam konferensi pers yang disiarkan langsung, ia membungkuk sebagai tanda penyesalan mendalam dan menyatakan bahwa dukungan bagi keluarga korban menjadi prioritas utama maskapai. Ia juga menegaskan komitmen penuh maskapai untuk bekerja sama dalam investigasi guna mengungkap penyebab pasti kecelakaan ini.