20/04/2026

Read me everyday

nandigital network

Flexing Itu Indah, Benarkah?

Ilustrasi Flexing. /Ai

Menarik, istilah flexing ini belum populer di Indonesia setidaknya sebelum 2015. Sejarah mencatat bahwa asal-usul istilah flexing muncul pada era tahun 1990-an. bermula dari bahasa gaul masyarakat kulit hitam untuk “menunjukkan keberanian” atau “pamer” dan pada tahun 1992, istilah flexing secara khusus juga digunakan oleh rapper Ice Cube melalui lagunya yang berjudul “It Was a Good Day”.

Dilansir dari situs KemenagRI, sejatinya pamer harta termasuk dalam kategori sombong. Dengan dalil dalam Al-Qur’an terdapat ayat yang melarang manusia untuk melakukan pamer harta dan sombong. Pasalnya, perbuatan tersebut merupakan akhlak tercela yang tidak diisukai oleh Allah Swt. Allah berfirman:

وَلَا تُصَعِّرْ خَدَّكَ لِلنَّاسِ وَلَا تَمْشِ فِى الْاَرْضِ مَرَحًاۗ اِنَّ اللّٰهَ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَخُوْرٍۚ

“Janganlah memalingkan wajahmu dari manusia (karena sombong) dan janganlah berjalan di bumi ini dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi sangat membanggakan diri.” (QS. Luqman ayat 18)

Di sisi lain, terdapat hadis Rasulullah yang menjelaskan larangan berbuat sombong karena memakai pakaian yang bagus, indah dan mahal. Demikian penjelasan dari hadits yang diriwayatkan dari Abdullah bin Mas’ud dari Nabi Muhammad. Beliau bersabda:

لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مَنْ كَانَ فِي قَلْبِهِ مِثْقَالُ ذَرَّةٍ مِنْ كِبْرٍ قَالَ رَجُلٌ إِنَّ الرَّجُلَ يُحِبُّ أَنْ يَكُونَ ثَوْبُهُ حَسَنًا وَنَعْلُهُ حَسَنَةً قَالَ إِنَّ اللَّهَ جَمِيلٌ يُحِبُّ الْجَمَالَ الْكِبْرُ بَطَرُ الْحَقِّ وَغَمْطُ النَّاسِ

“Tidak akan masuk surga seseorang yang di dalam hatinya terdapat kesombongan sebesar biji sawi. Ada seseorang yang bertanya: Bagaimana dengan seorang yang suka memakai baju dan sandal yang bagus? Beliau menjawab: Sesungguhnya Allah itu indah dan menyukai keindahan. Sombong adalah menolak kebenaran dan meremehkan orang lain.”

Tulisan ini tidak saya tujukan kesiapapun, karena bisa jadi saya pun bisa kena tunjuk. Singkatnya saya melihat picture profile seseorang di whatsapp group dengan pose bermain golf, terlihat estetik mungkin tujuannya. Saya tarik memory kebelakang, nyaris saya tidak menemukan sekalipun picture profile saat bermain bola plastik misalnya, atau gantang burung, atau berkotor-kotoran dengan tanaman, atau nyebur disungai dan hal-hal yang dianggap kecil/rendah lainnya.

Iri? semoga saja tidak. Karena sudut pandang saya agak berbeda, jikalaupun ada kemewahan yang saya rasakan atau saya terima dari Allah SWT, ya saya nikmati sendiri. Jikalaupun berbagi, saya upayakan ada konteks yg sifatnya edukasi/knowledge sharing.

Teringat dimasa lampau, status-status di blackberry misalnya “otw soeta”, “hati hati ya sayang ke US nya, seneng banget bisa mampir ke Disney Land” dan sebagainya. Note : kalimat tersebut imajinatif belaka, ilustrasi terinspirasi dari hal sejenis yang mirip kalimatnya.

Lantas, apakah flexing harus dengan kemewahan barang/perhiasan/kendaraan/hunian/wisata? Oh saya rasa tidak, dalam kerangka pemikiran saya, dalam urusan peribadahan pun rentan hal serupa. Dikutip dari situs berita Viva News, sempat viral di media sosial sebuah video, seorang Imam di Masjid Madinah menyindir jemaah asal Indonesia yang memiliki kebiasaan buruk saat melakukan ibadah di Tanah Suci. Ia menyebut bahwa jemaah Indonesia suka selfie baik saat melakukan ibadah umrah maupun haji.

Mari kita saling mengingatkan agar terhindar dan tergelincirnya iman kita dari hal-hal “modern” yang seolah remeh-temeh ini. Fenomena ini juga sangat mudah ditemukan disosial media. Setidaknya kurangi intensitasnya jika belum mampu sepenuhnya meninggalkan seraya berdoa agar kita dihindarkan dari hal-hal yang tidak membawa kebaikan bagi dunia dan akhirat kita.

Sebuah foto berjuta makna. Bisa jadi anda tidak berniat Flexing, namun apakah anda yakin jika itu tidak dinilai sebagai sebuah flexing/kesombongan? Anda, Allah SWT dan staffnya yang bisa lebih menilai.

Follow Instagram Penulis Mas Mimien

nandigital network | since 2008 | Newsphere by AF themes.